Pemkab Pamekasan bentuk tim khusus penurunan stunting

  • Whatsapp

cocotekno.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, membentuk tim khusus percepatan penurunanstunting, menyusul tingginya kasus kekerdilan pada balita di wilayah itu.

“Hasil rembuk stunting yang dilakukan Pemkab Pamekasan bersama instansi terkait lintas sektor, maka kami sepakat membentuk tim khusus yang bertugas melakukan percepatan penanganan stunting di Pamekasan ini,” kata Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin di Pamekasan, Jawa Timur, Jumat.

Bacaan Lainnya

Jasin menjelaskan, pihaknya melibatkan sebanyak 12 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan yang masuk dalam tim khusus percepatan penurunan kasus balita kerdil Pamekasan.

Ke 12 OPD itu, antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.

Selain OPD, Pemkab Pamekasan juga meminta bantuan institusi Polri dan TNI dari Kodim 0826 Pamekasan sebagai pendamping dalam mensukseskan program tersebut.

“Untuk memaksimalkan program ini hingga ke desa-desa, kami juga telah merekrut sebanyak 1.965 orang tim pendamping keluarga (TPK),” katanya.

Tim ini, kata dia, bertugas memberikan pendampingan kepada keluarga yang anaknya stunting.

“Selain membentuk TPK, kami juga memaksimalkan berbagai jenis gerakan yang telah dilaksanakan oleh OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan, di antaranya dengan memperluas cakupan layanan kesehatan antar jemput gratis,” ujar wabup.

Pemkab Pamekasan juga mengoptimalkan peran Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) menjadi Pondok Bersalin Desa (Polindes) dengan menambah bidan desa.

Wabup yakin dengan pembentukan tim khusus yang bertugas mempercepat penurunan kasus itu, maka kasus kekerdilan pada balita di Pamekasan bisa ditekan.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Pemkab Pamekasan, jumlah balita yang mengalami kekerdilan di Kabupaten Pamekasan saat ini sebanyak 9.200 anak.

Prevalensi kasus kekerdilan di Pamekasan saat ini 38,7 persen lebih rendah dari prevalensi kasus kekerdilan di Bangkalan yang mencapai 38,9 persen.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website antaranews.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait