Menkes: Tiga Zat Kimia Berbahaya Ditemukan pada Obat Sirop Korban Gagal Ginjal Akut

  • Whatsapp

cocotekno.com – Tida zat kimia berbahaya ditemukan pada obat sirop korban pasien anak yang mengalami gagal ginjal akut .

Menteri Kesehatan ( Menkes ) Budi Gunadi Sadikin menyebut tiga zat kimia berbahaya itu yakni, ethylene glycol, diethylene glycol, dan ethylene glycol butyl ether.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Menkes , seharusnya zat kimia ethylene glycol, diethylene glycol, dan ethylene glycol butyl ether tidak ada pada dalam obat-obatan sirop .

Kalaupun ada, kata Menkes , kadanya harus sangat sedikit. Pihaknya pun kini melarang sementara penjualan dan penggunaan obat sirop .

Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan faktor risiko gagal ginjal akut . Selain itu, pihaknya juga meminta tenaga kesehatan agar tidak membuat peresepan obat dalam bentuk sirop sementara waktu.

“Sambil menunggu BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memfinalisasi hasil penelitian kuantitatif mereka, Kemenkes mengambil posisi konservatif dengan sementara melarang penggunaan obat-obatan sirop ,” dikutip dari Antara, Kamis, 20 Oktober 2022.

Ia pun meminta penggunaan obat berbentuk sirop yang memang perlu dikonsumsi sebelumnya agar diganti dengan obatan lain seperti obat anti-epilepsi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Sejauh ini kata Menkes , teridentifikasi bahwa jumlah anak usia di bawah lima tahun yang mengalami gagal ginjal aku mencapai 70-an per bulan.

“Realitasnya pasti lebih banyak dari ini, dengan laju angka kematian mendekati 50 persen,” ujarnya.

Terkait obat yang telah dikonfirmasi berbahaya dan diduga memicu penyakit ginjal akut pada anak-anak di Gambia sudah diungkapkan oleh Ketua Forum Komisioner Kesehatan Nigeria (NHCF), Dr. Oyebanji Filani.

Obatan-obatan itu ialah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, Magrip N Cold Syrup.

Sementara BPOM meminta agar masyarakat tak panik karena paracetamol tersebut tidak terdaftar di Indonesia dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan teliti saat membeli obat.

” BPOM menghimbau masyarakat agar lebih waspada, menggunakan produk obat terdaftar dan diperoleh dari sumber resmi, serta selalu ingat Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat,” ujar BPOM dalam keterangannya.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait