Mayoritas Aset Kripto Besar Merah, Nilai Bitcoin Sekarang Hanya Rp 296,9 Juta

  • Whatsapp

cocotekno.com – Pasar aset kripto tampak redup pada pagi ini, Senin (17/10/2022). Melansir Coinmarketcap pagi ini 7 dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling redup adalah Binance Exchange (BNB) yang melorot 0,42 persen menjadi 272,38 dollar AS atau Rp 4,2 juta (kurs Rp 15.427 per dollar AS). Kemudian, Bitcoin (BTC) aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yang juga turun 0,3 persen menjadi 19.247 dollar AS yang setara dengan Rp 296,9 juta.

Bacaan Lainnya

Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) juga melemah masing-masing 0,29 persen pada level 6,19 dollar AS dan 30,14 dollar AS. Dilanjutkan oleh Ethereum atau ETH yang turun 0,2 persen menjadi 1.304 dollar AS.

Pelemahan juga terjadi pada XRP sebesar 0,16 persen pada level 0,47 dollar AS, dan Dogecoin (DOGE) yang melemah 0,06 persen menjadi 0,05 dollar AS. Sementara itu, Cardano (ADA) naik tipis 0,06 persen menjadi 0,05 dollar AS.

Pagi ini Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) bergerak stabil masing-masing diperdagangkan pada level 1 dollar AS. Sebagai informasi, USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Mengutip Coindesk, pergerakan aset kripto masih dibayangi oleh data ekonomi AS. Rilis data Departemen Tenagakerja AS, mencatat Indeks Harga Konsumen (CPI/IHK) mengalami peningkatan sebesar 8,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada September lalu.

Meskipun lebih rendah dari Agustus sebesar 8,3 persen secara yoy, realisasi tersebut masih lebih tinggi dari prediksi pasar, yakni sebesar 8,1 persen secara yoy. Di sisi lain, kenaikan suku bunga The Fed yang agresif diproyeksi kembali terjadi pada November mendatang juga membayangi pergerakan kripto.

“IHK inti yang terpaut dengan harga energi dan bahan pokok cenderung lebih stabil, karena masuk dalam pengawasan pemerintah. Di sisi lain, harga saham jatuh karena laporan CPI menyiratkan adanya kebijakan moneter yang lebih ketat,” seperti dikutip dari Coindesk.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait