Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 64: Gagasan Pokok dan Gagasan Penjelas

  • Whatsapp

cocotekno.com – Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 64.

Soal pada halaman 64 buku Bahasa Indonesia membahas tentang menemukan gagasan pokok dan gagasan penjelas.

Bacaan Lainnya

Sebelum menengok kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 64, diharapkan siswa mengerjakan soal secara mandiri.

Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 ini diperuntukkan bagi orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Tribunnews.com tidak bertanggung jawab dalam perbedaan jawaban pada kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 64.

Berikut ini kunci jawaban buku Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 64:

Tugas

Temukan gagasan pokok dan gagasan penjelas setiap paragraf dalam teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup dengan mengisi tabel berikut ini.

– Paragraf ke 1

Gagasan Pokok:

Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka.

Gagasan Penjelas:

Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar.

Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia.

Namun, hal yang perlu dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah cukup menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya?

Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi?

– Paragraf ke 2

Gagasan Pokok:

Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Gagasan Penjelas:

Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam, dan menanamkan budaya pelestari.

– Paragraf ke 3

Gagasan Pokok:

Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi.

Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya.

Gagasan Penjelas:

Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu.

Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan.

Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakan yang patut diperbaiki dan diubah.

– Paragraf ke 4

Gagasan Pokok:

Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah.

Gagasan Penjelas:

Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari.

Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus dialami.

– Paragraf ke 5

Gagasan Pokok:

Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya.

Gagasan Penjelas:

Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja.

Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan.

Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar.

– Paragraf ke 6

Gagasan Pokok:

Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam.

Gagasan Penjelas:

Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam.

Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan.

Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek.

Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya.

Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya.

– Paragraf ke 7

Gagasan Pokok:

Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia.

Gagasan Penjelas:

Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi.

Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan.

Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dalamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan.

– Paragraf ke 8

Gagasan Pokok:

Berdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru.

Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek.

Gagasan Penjelas:

Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab.

Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana.

Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan.

Artinya, alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan.

Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri.

*) Disclaimer:

– Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

– Sebelum melihat kunci jawaban , siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Identitas Bharada E, Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Kelahiran 1998, Pendidikan Terakhir SMA

Privacy Policy

We do not collect identifiable data about you if you are viewing from the EU countries.For more information about our privacy policy, click here

Identitas Bharada E, Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Kelahiran 1998, Pendidikan Terakhir SMA

Pemkot Pangkalpinang Gelar Operasi Pasar Murah untuk Pengendalian Harga Barang Pokok

Elon Musk Cekcok dengan Zelensky, Dianggap ‘Sok’ Ikut Campur Rencana Damai Rusia dan Ukraina

Harga Bawang Merah & Putih Turun di Pasar Pangkalpinang, Mayoritas Bahan Pokok Lain Alami Penurunan

Bupati Halmahera Selatan akan Evaluasi Kadis seusai Sebut Kinerja SKPD Paling Buruk saat Apel

Antusias Masyarakat saat Mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di Merauke, Revitalisasi Bahasa Marind

Tangis Ibu Korban Begal Berujung Pembunuhan Hukum Setimpal Pak, Seperti Mereka Menyayat Anak Saya

Perang Dunia III Diprediksi akan Pecah, Rusia-Ukraina Jadi Pembuka, Dilanjutkan Konflik AS-China

Pengakuan Sosok yang Panggil Ferdy Sambo ‘Peppy’ seusai Sidang, Jadi Satu-satunya yang Direspons

Para Mahasiswi Kebidanan Berhasil Angkat Mobil Beramai-ramai

Larangan Ekspor Timah Sedang Dikalkulasi, Jokowi: Bisa Tahun Ini atau Tahun Depan

Menyayat Hati, Ibu Ini Marahi Begal Pembunuh Anak Semata Wayangnya: Kenapa Ada Iblis di Hati Kamu?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website tribunnews.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait