Kuku Beberkan Masalah di Balik Kegagalan T1 ke The International 11, Parah!

  • Whatsapp

cocotekno.com – Selama livestream baru-baru ini, mantan kapten T1 yaitu Carlo “Kuku” Palad mengakui bahwa penampilannya di Last Chance Qualifiers jauh dari kata baik, dan dia dengan dada lapang lebih menerima kritik dengan tenang. Lebih lanjut, ia menjelaskan alasan di balik decision making di T1 serta masa depan tim tersebut, termasuk Topson dan Ana. Ke depan, preferensi Kuku adalah berada di tim di mana dia dapat berbagi tugas kapten secara bersama atau kolektif karena dia merasa memainkan offlaner dan kapten dalam satu waktu sangat melelahkan.

Selain merasa bertanggung jawab karena tidak memberikan performa offlane yang diinginkan, Kuku juga meminta para viewers-nya untuk tidak menyalahkan head coach dari T1 yaitu Park “March” Tae-won dan anggota lainnya untuk kualitas draft karena dialah yang melakukan drafting seluruh match di The Last Chance Qualifiers.

Bacaan Lainnya

Venomancer sangat diprioritaskan oleh T1 selama LCQ, tetapi hero tersebut tidak terbukti seefektif yang diharapkan di banyak game. Di paruh kedua turnamen, pick Venomancer menjadi bencana, dan Kuku menjelaskan bahwa tim cukup berhasil dengan Venomencer di scrim, tapi kurang perform di pertandingan official.

Dalam pertemuan pertamanya dengan Topson dan Ana, Kuku mengatakan bahwa Topson terlihat sangat termotivasi sementara Ana membutuhkan seorang kapten dengan kepribadian yang menonjol sepereti Sébastien “Ceb” Debs dan Johan “N0tail” Sundstein, keduanya pemain yang sangat pandai bicara dan vokal, dan Kuku merasa dia tidak memiliki keterampilan tersebut.

Berita kepergian Kuku dan Kenny “Xepher” Deo dari T1 telah dibagikan, dan Kuku berkomentar bahwa seluruh tim T1 dapat melakukan rebuild. Ada banyak tim yang menginginkan Topson di tim mereka, sementara masa depan Ana tampaknya tidak pasti.

Lebih lanjut, Kuku menyarankan bahwa karena hasil buruk yang dilihat T1 pada The Last Chance Qualifiers bersama dengan hasil buruk dari seluruh wilayah Asia Tenggara (SEA) di TI11, regional ini diperkirakan akan melalui serangkaian transformasi besar. Preferensinya adalah berada di tim di mana dia dapat berbagi tugas kapten dengan rekan kapten karena dia merasa posisi tiga dan kapten melelahkan.

Karena tim akan mencari talent baru untuk musim Sirkuit Dota Pro berikutnya selama dua bulan ke depan, kemungkinan akan memakan waktu cukup lama bagi Kuku dan pemain T1 lainnya untuk menemukan tujuan mereka berikutnya. Stay grind, stay green!

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website revivaltv.id. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait