Keterangan Aplikasi CEO RupiahPlus masalah Langkah Tagih Hutang yang Polemis

Aplikasi pinjam uang RupiahPlus sedang jadi pembicaraan sesudah sistem penagihan hutangnya memunculkan pro-kontra. Jika peminjam telat kembalikan uang, karena itu RupiahPlus dapat mengontak daftar contact sang peminjam untuk meminta hutangnya.

Ini pasti memunculkan rasa malu, karena siapa yang berada di daftar contact peminjam bisa jadi dikontak, dimulai dari keluarga, rekan, sampai rekanan kerja.
RupiahPlus sendiri memperjelas cara semacam itu bisa mereka mengambil jika peminjam terlambat kembalikan uang yang dipinjamkan. Walau demikian, aplikasi pinjam uang itu akui benar-benar waspada dalam jaga privacy dan rahasia dari data peminjamnya.

“RupiahPlus benar-benar waspada dalam jaga privacy dan kerahasiaan dari data customer. Tetapi, RupiahPlus dapat mengontak contact dari customer kami yang telat bayar pinjamannya, ini untuk menangani pinjaman yang telah melalui tenggat waktu pengembalian,” tutur Yige Wang, CEO dan pendiri RupiahPlus, Yige Wang, saat dikontak kumparan.

Yige menjelaskan RupiahPlus sudah memberitahukan beberapa peminjamnya bila cara ini dapat dilaksanakan dalam peraturan yang tercantum di website resminya. Disamping itu, kekuatan aplikasi RupiahPlus untuk terhubung data daftar contact tercantum dalam keinginan ijin akses dalam ‘App Permission’ di Google Play Toko.

 

Oleh karenanya, apa yang digerakkan RupiahPlus sebetulnya tidak salah ingat ijin akses ini diberi sendiri oleh beberapa peminjamnya. Tetapi, untuk kamu yang tidak mau privacy data pribadimu diusik, seharusnya jauhi memakai aplikasi pinjam uang.

Walaupun demikian, Yige memperjelas RupiahPlus tidak mengontak daftar contact dari peminjamnya bila tidak betul-betul harus dilaksanakan.
“RupiahPlus memiliki komitmen tidak untuk mengontak contact customer terkecuali customer sangat telat dalam penuhi kewajibannya untuk kembalikan pinjaman. Dalam segalanya, RupiahPlus samgat serius memakai perlakuan yang legal dalam meminta hutang,” terang Yige.

Dia menjelaskan RupiahPlus tidak meminta hutang itu ke dalam daftar contact sang peminjam, tetapi bertanya kehadiran atau minta kenalan peminjam itu sampaikan pesan berkenaan hutang yang perlu dibayar.
“Kami benar-benar serius masalah ini. Proses kami tidak membolehkan debt collector kami untuk meminta hutang dari faksi ke-3  yang tidak berkaitan dengan peminjam. Bila ada debt collector kami yang bisa dibuktikan menyalahi ketentuan ini, karena itu kami akan mengatasinya. Kami benar-benar serius untuk ikuti ketentuan dan peraturan yang berjalan,” tutur Yige.

Sistem mengontak daftar contact peminjam akan malu-maluin untuk sang peminjam, tetapi langkah ini dilaksanakan sebagai agunan untuk RupiahPlus. Aplikasi ini sediakan pinjaman uang tanpa agunan hingga pada akhirannya data sang peminjam yang jadi agunan.
Ahli keamanan cyber Alfons Tanujaya memiliki pendapat semacam itu. Dia menjelaskan pemakai aplikasi telah diumumkan secara jelas apa ketetapannya dan dapat menampik untuk memberinya akses data dalam hpnya, tetapi memiliki arti sang pemakai tidak dapat pinjam uang di situ.

“Jika memang aplikasi memerlukan akses contact pemakai seperti aplikasi Analisis Caller, analisis SMS itu tidak dapat berperan jika tidak memperoleh hak akses ke contact dan SMS,” tutur Alfons, saat dikontak kumparan.
“Jika mereka tidak memberinya hak akses itu karena itu pinjaman tidak diberi. Kurang lebih trade off-nya semacam itu,” sambungnya.
Tetapi, pasti yang dirugikan ialah beberapa orang yang ada di daftar contact sang peminjam. Mereka akan terasa terusik dengan beberapa pesan berkenaan bill hutang punya seseorang, walau sebenarnya mereka sendiri tidak pinjam uang. Ini memang jadi pro-kontra.

Penting diingat, beberapa aplikasi pinjam uang lain rupanya memang minta akses pada data yang serupa seperti RupiahPlus . Maka, seharusnya selalu siaga saat sebelum memasang satu aplikasi dan lihat sisi ‘Permission’ yang tercantum pada bagian bawah halaman instal aplikasi di Play Toko.
Aplikasi ini dapat kamu gunakan jika kamu berasa dapat kembalikan pinjaman on time dan tidak jadi masalah dengan data dalam hp yang dapat dijangkau oleh faksi aplikasi.

 

Pos terkait