Hasil Studi Psikiatri 2022 Tunjukkan Video Game dan Perkembangan Kognitif Otak Anak

  • Whatsapp

cocotekno.com – Orang tua sering khawatir tentang dampak berbahaya dari video game pada anak-anak mereka, mulai dari kesehatan mental dan masalah sosial hingga tidak aktif atau kurang berolahraga. Namun, sebuah penelitian baru di AS yang diterbitkan di JAMA Network Open pada hari Senin (24 Oktober) menunjukkan ada manfaat kognitif terkait dengan hiburan populer video game atau game online .

Dilansir dari AFP, Bader Chaarani, asisten profesor psikiatri di University of Vermont, mengatakan bahwa dia tertarik pada topik tersebut dan ingin mengupas kemampuan gamer yang tajam dalam neuroimagery.

Bacaan Lainnya

Pada penelitian terdahulu tim berfokus mencari efek negatif , menghubungkan game dengan depresi dan peningkatan agresi. Studi ini dibatasi oleh jumlah peserta yang relatif kecil, terutama yang melibatkan pencitraan otak, kata Charaani.

Untuk penelitian terbaru ini, Chaarani dan rekannya menganalisis data dari Studi Pengembangan Kognitif Otak Remaja/ Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) yang sedang berjalan didanai oleh National Institutes of Health.

Mereka melihat jawaban survei, hasil tes kognitif, dan gambar otak dari sekitar 2.000 anak berusia sembilan dan sepuluh tahun, yang dipisahkan menjadi dua kelompok: Mereka yang tidak pernah bermain game, dan mereka yang bermain selama tiga jam atau lebih dalam sehari. Ambang batas ini dipilih meski melebihi pedoman waktu American Academy of Pediatrics yakni satu atau dua jam video game untuk anak-anak yang lebih besar.

IMPULSI DAN MEMORI
Dalam aktivitas ini setiap kelompok diberi dua tugas. Yang pertama melibatkan melihat panah menunjuk ke kiri atau ke kanan, dengan anak-anak diminta untuk menekan ke kiri atau ke kanan secepat mungkin. Peserta juga diberitahu untuk tidak menekan apa pun jika mereka melihat sinyal “berhenti”, untuk mengukur seberapa baik kemampuan mengendalikan impuls mereka.

Dalam tugas kedua, mereka diperlihatkan wajah orang, dan kemudian ditanya apakah gambar berikutnya yang ditampilkan nanti cocok atau tidak, dalam tes memori mereka.

Setelah menggunakan metode statistik untuk mengontrol variabel yang dapat memengaruhi hasil, seperti pendapatan orang tua, IQ, dan gejala kesehatan mental, tim menemukan bahwa anak yang bermain video game tampil lebih baik secara konsisten pada kedua tugas tersebut.

Saat mereka melakukan tugas, otak anak-anak dipindai menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI). Otak gamer video menunjukkan lebih banyak aktivitas di daerah yang terkait dengan perhatian dan memori.

“Hasilnya meningkatkan kemungkinan menarik bahwa video game dapat memberikan pengalaman pelatihan kognitif dengan efek neurokognitif yang terukur,” demikian kesimpulan tim yang tertulis dalam makalah mereka.

“Saat ini mungkin belum bisa disimpulkan dan mengetahui apakah kinerja kognitif yang lebih baik karena lebih banyak game, atau bagaimana hasilnya,” kata Chaarani. Tim berharap mendapatkan jawaban yang lebih jelas saat penelitian berlanjut dan mereka melihat lagi anak-anak yang sama di usia yang lebih tua.

Penelitian kali Ini juga mencoba memisahkan faktor-faktor potensial lain yang mempengaruhi seperti lingkungan rumah anak-anak, olahraga, dan kualitas tidur. Studi di masa depan mungkin dapat meneliti dari mengetahui genre permainan apa yang dimainkan anak-anak – meskipun pada usia 10 tahun anak-anak cenderung menyukai game aksi atau petualangan seperti Fortnite atau Assassin’s Creed.

“Tentu saja, penggunaan screen time yang berlebihan berdampak buruk bagi kesehatan mental dan aktivitas fisik secara keseluruhan,” kata Chaarani.

Namun dia mengatakan, hasil menunjukkan video game mungkin lebih baik menggunakan waktu layar daripada menonton video di YouTube, yang tidak memiliki efek kognitif. Dengan kata lain, video game menawarkan aktivitas interaktif,

Ikuti terus berita GAMES dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Meta Dikenai Sanksi Denda $ 402 juta Euro Atas Privasi Instagram untuk Anak-anak

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website revivaltv.id. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait