Ferdy Sambo Sebut JPU Berasumsi Sendiri, JPU Balas: Kami Mohon Yang Mulia Hakim Tolak Seluruh Dalil Eksepsi

  • Whatsapp

cocotekno.com – Ferdy Sambo , tersangka sekaligus dalang dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J harus ‘gigit jari’ di persidangan kali ini.

Pasalnya, hari ini, Kamis, 20 Oktober 2022, eksepsi dari mantan Kadiv Propam Polri itu tertolak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ( PN Jaksel ).

Bacaan Lainnya

Di awal, jaksa penuntut umum (JPU) menyinggung terkait bunyi keberatan Sambo terhadap surat dakwaan yang telah mereka susun.

“Kuasa hukum Ferdy Sambo menolak surat dakwaan karena tidak menguraikan latar belakang atau alasan terdakwa pergi ke Magelang, JPU menghilangkan fakta, tidak cermat, dan tidak menjelaskan apa yang melatarbelakangi keributan korban Yoshua dan Kuat Maruf ,” ucap jaksa.

Baca Juga: Pantas Ogah Ceraikan Rizky Billar, Lesti Kejora Disebut Kena Pelet sang Suami

Selain itu, jaksa juga turut menyinggung pernyataan eksepsi Sambo yang mengklaim bahwa JPU memberikan dakwaan hanya berdasarkan asumsi dan kesimpulan sendiri.

Namun, sebagaimana jawaban untuk istrinya, Putri Candrawathi , kepada Sambo , JPU tegas menyatakan empat poin simpulan.

“Satu, penuntut umum memohon pada Yang Mulia Hakim untuk menolak seluruh dalil eksepsi atau nota keberatan terdakwa Ferdy Sambo . Dua, mohon untuk menerima surat dakwaan JPU, pada 5 Oktober 2022, karena telah memenuhi unsur formil dan materil,” tutur jaksa.

“Tiga, JPU menyatakan pemeriksaan terdakwa Ferdy Sambo tetap dilakukan, empat Ferdy Sambo tetap berada dalam tahanan,” kata jaksa lagi.

Baca Juga: Pakar: Ekspresi Rizky Billar Takut, Dia Belum Nyebutin Apa Kesalahan Dia

Setelah rampung jaksa mengemukakan tanggapan eksepsi Sambo , hakim ketua dalam sidang mengungkapkan tanggal untuk pembacaan putusan sela.

“Putusan sela akan kita tunda pada hari Rabu (26 Oktober 2022) bersama-sama terdakwa lainnya. Persidangan terdakwa Ferdy Sambo dinyatakan ditutup,” ucap hakim ketua.

Dalam eksepsi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi , salah satu yang digaungkan paling keras adalah pelecehan terhadap Putri Candrawathi , yang dituduhkan pada korban, Yoshua Hutabarat.

Pihak Sambo maupun Putri kompak sebutkan Yoshua masuk ke kamar PC di rumah Magelang, hingga sempat paksa buka pakaian dikenakan PC saat itu.

Baca Juga: Kondisi Ukraina Makin Kritis, Rusia Hancurkan Sejumlah Pembangkit Listrik

Tak hanya itu, tim Sambo juga mengatakan Yoshua sempat membanting Putri dua kali sebelum keluar kamar dan berseteru dengan Kuat Maruf .Hal ini dikuatkan oleh eksepsi pihak Kuat Maruf yang menyebutkan bahwa ranjang kamar tidur PC berantakan sepeninggal Yoshua .

Bahkan, kondisi PC dikatakan lemah tak berdaya saat ditemui ART-nya, Susi, sambil kain pakaian yang dikenakan Putri disebut-sembut dalam keadaan lembap. ***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait