Desainer Gedung Tertinggi di Dunia Ungkap Rahasia, Termasuk untuk 1.000 Meter

  • Whatsapp

Bacaan Lainnya

cocotekno.com – Desainer gedung tertinggi di dunia berbagi rahasianya. Itu termasuk untuk pembangunan gedung pencakar langit paling tinggi terbaru, yakni setinggi 1.000 meter lebih.

Selama lebih dari satu dekade sekarang, Burj Khalifa di Dubai setinggi 828 meter telah menguasai cakrawala dunia. Adrian Smith dari Skidmore, Owings and Merill (SOM) adalah arsitektur Burj Khalifa, namun saat pembukaan ia membuat biro sendiri bernama AS+GG.

Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam merancang gedung pencakar langit super tinggi dan mega tinggi. Bangunannya masing-masing setidaknya 300 meter dan 600 meter.

Gedung pencakar langit super tinggi masih relatif jarang, dengan hanya 173 selesai di seluruh dunia. Banyak yang dibatalkan pada berbagai tahap, namun pembelajaran dari pembangunan Burj Khalifa tetap relevan hingga belasan tahun ke depan.

Selama 15 tahun terakhir, AS+GG telah membuat portofolio gedung pencakar langit yang membentang di Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah. Desain-desain ini sekarang telah dikompilasi menjadi sebuah buku baru berjudul “Supertall | Megatall: How High Can We Go?”.

Buku tebal itu dimaksudkan sebagai panduan praktis bagi siswa dan arsitek yang ingin berlatih. Di dalamnya penuh dengan gambar teknis yang menjelaskan inovasi yang menopang gedung pencakar langit seperti Menara Central Park (472 meter) dan Menara Chengdu Greenland (468 meter).

Jadi mengapa perusahaan senang berbagi rahasianya?

Desain AS+GG yang paling terkenal adalah Jeddah Tower (sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower) di Arab Saudi. Ketinggiannya mencapai 1.000+ meter ketika selesai, yang akan menjadikannya gedung tertinggi di dunia.

Setelah dijadwalkan selesai pada tahun 2020, pembangunan gedung yang baru berdiri 58 lantai itu megalami penundaan. Smith mengatakan konstruktor telah “melindungi segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk melindungi” dan “bangunan tidak memburuk.”

“Supertall | Megatall” menunjukkan bahwa sistem struktural Menara Jeddah dibangun dan disempurnakan dari Burj Khalifa. Dengan desain berbentuk Y bersayap tiga untuk stabilitas maksimum.

Smith juga mengatakan bahwa Burj Khalifa dan Menara Jeddah terinspirasi oleh Friedrichstrasse Skyscraper yang dilapisi kaca, sebuah desain tajam yang belum dibangun dari tahun 1920-an oleh Ludwig Mies van der Rohe, dari Amerika-Jerman.

Bangunan Mies adalah contoh sempurna dari (desain) yang tidak disadari yang masih memiliki nilai. Ini mungkin menjelaskan mengapa “Supertall | Megatall” juga berisi gedung pencakar langit dari AS+GG yang tidak pernah dibangun.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website trave.detik.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait