Dalam Eksepsi Ricky Rizal, Brigadir J Sempat Tanya Keberadaan Senjatanya yang Diamankan Bharada E

  • Whatsapp

cocotekno.com – Terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J , Bripka Ricky Rizal (RR) mengakui sempat menyita senjata api milik korban di Magelang untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

Pasalnya, Kuat Ma’ruf sebelumnya mengejar Brigadir J dengan membawa sebilah pisau.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut tertuang dalam eksepsi atau nota keberatan yang dibacakan oleh kuasa hukum Bripka RR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022).

Dalam eksepsi disebut hal itu sebagaimana pengakuan terdakwa Ricky Rizal berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan.

Terdakwa Ricky Rizal disebut bergerak ke lantai 1 rumah Magelang untuk mengambil senjata api Brigadir J yang berjenis HS dan senjata laras panjang jenis Steyr AUG Kal 223.

Kemudian, terdakwa mengaku menyita senjata api milik Brigadir J atas inisiatif sendiri.

“Pada saat itu saya mendengar cerita dari Kuat yang sebelumnya mengejar Yosua dengan menodongkan sebilah pisau, dan Yosua memiliki senjata, sehingga saya berinisiatif mengamankan senjata Yosua supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Ricky Rizal dalam eksepsi yang dibacakan tim kuasa hukumnya.

Dalam eksepsi tersebut juga terkuak bahwa Brigadir J sempat bertanya kepada Bripka RR mengenai keberadaan senjata apinya.

Pertanyaan itu dilontarkan Brigadir J di dalam mobil saat perjalanan dari Magelang menuju Jakarta pada 8 Juli 2022.

Diketahui, Brigadir J dan Bripka RR hanya berdua di dalam mobil tersebut.

Saat itu, Bripka RR menyebut senjata api milik Brigadir J diamankan oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E di mobil lain.

“Senjata di dashboard mobil LM diamankan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, lu mandi sih tadi,” jelas Bripka RR.

“Oh ya sudah, Bang,” jawab Brigadir J.

Diketahui, Ricky Rizal didakwa terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat bersama-sama dengan Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; ajudan Sambo, Richard Eliezer; dan ART Sambo Kuat Ma’ruf.

Berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum, pembunuhan terhadap Yosua dilatarbelakangi oleh pernyataan Putri yang mengaku telah dilecehkan oleh Yosua.

Pengakuan itu lantas membuat Ferdy Sambo marah hingga akhirnya menyusun rencana untuk membunuh Yosua.

Atas perbuatannya, Bripka RR didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait