Cara Atur Uang Untuk Lajang vs Berkeluarga, Ternyata Beda!

  • Whatsapp

Bacaan Lainnya

cocotekno.com – Setiap orang pasti memiliki tujuan hidup. Dalam proses memenuhi tujuan tersebut, diperlukan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tepat agar dapat meminimalisir resiko kerugian dan mencapai tujuan dengan lancar.

Rizki Marman Saputra, pemegang Sertifikasi Keuangan Internasional Certified Financial Planner (CFP), berbagi tips kepada CNBC Indonesia Selasa (18/10/22) mengenai perbedaan cara mengatur keuangan untuk mereka yang lajang maupun sudah berkeluarga.

Menurutnya terdapat salah satu konsep dalam perencanaan keuangan yang dapat menjelaskan perbedaan tersebut, yakni konsep siklus kehidupan finansial. Siklus ini menggambarkan bahwa setiap tahapan kehidupan seseorang diperlukan strategi keuangan tertentu karena mereka dihadapkan pada kondisi dan kebutuhan yang berbeda.

Perbedaan pertama terletak pada tanggungan yang dimiliki. Seseorang yang berstatus lajang hanya menanggung dirinya sendiri, sedangkan yang sudah berkeluarga memiliki tanggungan yaitu pasangan dan anak. Oleh karena itu, persentase pembagian penghasilannya tentu berbeda.

“Siklus kehidupan orang yang sudah menikah dengan yang belum menikah atau anak muda budgetnya berbeda, karena dia punya tanggung jawab yang berbeda,” terangnya

Bagi yang masih lajang karena belum mempunyai tanggungan, maka pembagian pendapatannya adalah 50% kebutuhan sehari-hari, 30% keinginan, dan 20% tabungan atau investasi.

Sedangkan jika sudah berkeluarga, maka pembagiannya menjadi 40% biaya hidup, 30% kewajiban liabilitas atau bayar cicilan, 20% investasi, dan 10% asuransi dan zakat.

Menurut Rizki, orang yang sudah berkeluarga perlu melindungi penghasilannya dengan asuransi. Oleh karena itu, perlu menyisihkan uang untuk pos asuransi sebanyak 10% dari pendapatan.

“Jangan sampai keluarga yang anda sayangi kesulitan finansial akibat anda meninggal terlalu cepat,” katanya

Itulah gambaran mengenai perbedaan cara mengatur keuangan bagi orang yang lajang dengan yang sudah berkeluarga. Di akhir, Rizki menambahkan bahwa bisa saja jumlah yang dibutuhkan tiap orang bervariasi.

“Namun, kembali lagi jumlah yang kita butuhkan dalam kondisi pandemi seperti ini bervariasi dari orang ke orang dan tergantung pada hal-hal seperti faktor usia, pekerjaan, dan toleransi terhadap resiko,” jelasnya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait