BPOM Tarik 5 Obat Sirup Terkontaminasi Etilen Glikol di Atas Ambang Batas, Berikut Daftarnya

  • Whatsapp

cocotekno.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) mengumumkan laporan hasil pengawasan lembaganya terhadap obat sirup mengandung cemaran etilen glikol di atas ambang batas aman yang beredar di pasaran Indonesia.

Pengawasan itu dilakukan menyusul meningkatnya kasus gagal ginjal akut pada anak di sejumlah daerah pada Oktober ini.

Bacaan Lainnya

Melonjaknya penyakit tersebut diduga akibat mengonsumsi obat sirup yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang berlebihan.

Berdasarkan data yang dirilis BPOM melalui https://cocotekno.com resminya, terdapat lima obat sirup yang diduga mengandung zat kimia berbahaya tersebut.

BPOM telah melakukan uji sampling terhadap 39 bets dari 26 sirup obat yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang diduga digunakan pasien gagal ginjal akut sebelum dan selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Hasilnya, BPOM menemukan adanya kandungan cemaran EG yang melebihi batas aman pada lima merek obat sirup yang beredar, berikut daftarnya.

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan dus, botol @60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan dus, botol @15 ml.

Dengan begitu, BPOM telah memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk menarik kembali obat sirup tersebut dari peredaran di seluruh Indonesia dan pemusnahan untuk seluruh bets produk.

Penarikan produk ini berlaku untuk seluruh outlet mulai dari pedagang besar farmasi, instalasi farmasi pemerintah, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan.

Selain itu, BPOM juga memerintahkan kepada semua industri farmasi yang memiliki obat sirup yang berpotensi mengandung cemaran EG dan DEG untuk melaporkan hasil pengujian mandiri yang dilakukan perusahaannya sebagai bentuk tanggung jawab pelaku usaha.

Per 18 Oktober 2022, total kumulatif kasus gangguan gagal ginjal akut di Indonesia mencapai 206 orang dengan sebaran di 20 provinsi, dengan jumlah korban meninggal 99 orang.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://cocotekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), https://cocotekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Pos terkait