Apa Bedanya Hari Ayah Nasional dan Hari Ayah Sedunia? Simak Sejarahnya!

  • Whatsapp

Kenapa ya, Hari Ayah Nasional dan Hari Ayah Sedunia (Internasional) diperingati pada tanggal yang berbeda? Yuk, baca sejarahnya di sini!

Selamat Hari Ayah Nasional! Kamu sudah mengucapkan pada ayahmu atau belum, nih? Atau mungkin di antara kamu ada yang malu-malu mengungkapkan rasa kasih sayang kepada ayahnya?

Selagi kita dan ayah kita masih sama-sama sehat dan berumur panjang, jangan malu atau segan untuk mengungkapkan kasih sayang kita pada ayah, ya! Karena sebagai manusia, kita nggak pernah tahu kapan kita dan orang-orang terdekat kita akan dipanggil oleh Tuhan. Jadi, selagi masih ada kesempatan, aku harap kita bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya ^^

Nah, di Hari Ayah Nasional ini, ada baiknya kita ketahui tentang sejarah Hari Ayah, baik yang Nasional maupun Internasional. Kira-kira apa bedanya, ya? Kenapa tanggal perayaannya berbeda?

 

Sejarah Hari Ayah Nasional

Di Indonesia, Hari Ayah dirayakan setiap tanggal 12 November mulai tahun 2006 hingga saat ini. Hal ini pertama kali diprakarsai oleh paguyuban lintas agama dan budaya, yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).

Jadi, awal mulanya, pada tahun 2004 lalu, tepatnya pada tanggal 22 Desember, PPIP sedang mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo. Nah, peringatan tersebut dimeriahkan dengan adanya sayembara menulis surat untuk Ibu. Acara tersebut disambut oleh para peserta dengan suka cita dan berhasil menelurkan berbagai surat untuk Ibu yang menyentuh hati.

Kesuksesan acara tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di antara para peserta, 

“Kapan sayembara menulis surat untuk Ayah diadakan?”

Pertanyaan ini lalu membawa PPIP untuk berdiskusi lebih lanjut dan merumuskan rencana peringatan Hari Ayah Nasional.

Diskusi ini terus berlanjut hingga akhirnya, hampir dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 12 November 2006, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia dan menetapkan tanggal tersebut (12 November) sebagai peringatan Hari Ayah Nasional. Deklarasi ini digabung dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional pada saat itu, sehingga tema yang diangkat pada pertemuan tersebut adalah “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”.

Pada waktu yang sama, deklarasi Hari Ayah Nasional juga dilakukan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pada deklarasi ini, diluncurkan buku “Kenangan untuk Ayah” yang berisi 100 surat anak Nusantara yang telah diseleksi dari kegiatan sayembara menulis surat untuk Ayah. Buku ini kemudian dikirimkan kepada presiden yang saat itu menjabat, Susilo Bambang Yudhoyono, bersama dengan Piagam Deklarasi Hari Ayah Nasional.

Baca juga: 12 Film tentang Ayah yang Inspiratif dan Mengharukan, Sudah Nonton?

Nah, sejarah Hari Ayah Nasional sudah nih, bagaimana dengan sejarah Hari Ayah Sedunia atau Internasional?

 

Sejarah Hari Ayah Sedunia (Internasional)

Berbeda dengan Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November, Hari Ayah Sedunia diperingati setiap hari Minggu ke-3 di bulan Juni. Pada tahun 2022 ini, Hari Ayah Sedunia jatuh pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2022. Jadi, kalau Hari Ayah Nasional merupakan fixed date alias tanggalnya selalu tetap di setiap tahun, Hari Ayah Sedunia diperingati pada tanggal yang berbeda setiap tahun, ya! Namun, harinya tetap sama, yakni hari Minggu ke-3 di bulan Juni.

Perbedaan lainnya yakni terletak pada tahun pencetusannya. Berbeda dengan Hari Ayah Nasional yang masih terbilang baru karena pertama kali dicetuskan pada tahun 2004 dan mulai diperingati pada tahun 2006, Hari Ayah Sedunia telah dicetuskan dan diperingati sejak lama.

perbedaan hari ayah nasional dan hari ayah sedunia (internasional)

Hari Ayah Sedunia pertama kali diusulkan pada tahun 1909 oleh Sonora Smart Dodd dari Spokane, Washington, Amerika Serikat. Ayah Sonora, William Jackson Smart, adalah seorang veteran perang sipil yang menjadi orang tua tunggal dan membesarkan enam orang anaknya—termasuk Sonora—seorang diri.

Awal mulanya, pada tahun 1909, Sonora sedang mendengarkan khotbah tentang Hari Ibu di Gereja Episkopal Metodis Pusat. Setelah mendengar khotbah tersebut, sebagai seorang anak yang hanya punya ayah karena ibunya sudah meninggal, Sonora pun mengusulkan kepada pendetanya bahwa Hari Ayah juga harus diperingati sebagaimana kita memperingati Hari Ibu.

Sonora menyarankan untuk merayakan Hari Ayah setiap tanggal 5 Juni karena hari itu merupakan hari ulang tahun ayahnya. Namun, para pendeta dari Spokane Ministerial Alliance tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan khotbah mereka, sehingga perayaan tersebut akhirnya ditunda hingga hari Minggu ke-3 di bulan Juni. Hari Ayah Sedunia pun pertama kali dirayakan di Spokane pada hari Minggu ke-3 bulan Juni tahun 1910, yang pada saat itu jatuh pada tanggal 19 Juni.

Baca juga: Tak Harus Kado, Lakukan 5 Hal Ini untuk Buat Hari Ibu Lebih Berkesan

Meskipun telah dicetuskan dan dirayakan sejak lama, namun peringatan Hari Ayah Sedunia tidak kunjung mendapat pengakuan dan peresmian dari pemerintah setempat. Hingga akhirnya pada tahun 1966, Presiden Lyndon B. Johnson mengeluarkan proklamasi presiden pertama untuk menghormati ayah, yang dirayakan pada hari Minggu ke-3 di bulan Juni. Kemudian, pada masa jabatan Presiden Richard Nixon, Hari Ayah Sedunia diresmikan dan ditandatangani menjadi undang-undang pada tahun 1972.

 

Hari Ayah Nasional di Berbagai Belahan Dunia

Selain Hari Ayah Sedunia yang dirayakan setiap hari Minggu ke-3 di bulan Juni, berbagai negara di dunia juga memperingati Hari Ayah Nasional pada tanggal yang berbeda-beda, lho!

Contohnya seperti di Indonesia sendiri, Hari Ayah Nasional diperingati setiap tanggal 12 November. Sedangkan di Thailand, Hari Ayah Nasional diperingati setiap tanggal 5 Desember. Tidak hanya dua negara ini saja, ada banyak negara lain yang juga memiliki Hari Ayah Nasional-nya masing-masing. Tentunya dengan tanggal perayaan yang bervariasi dan tersebar di sepanjang tahun, mulai dari bulan Januari hingga Desember.

Baca juga: 7 Kegiatan Menyenangkan di Hari Ibu

Selain tanggal yang berbeda, masing-masing negara juga memiliki budaya dan ciri khasnya masing-masing untuk merayakan Hari Ayah. Ada yang merayakan dengan membuat acara peringatan besar-besaran, ada yang merayakan dengan membuat hidangan atau kudapan khusus, ada pula yang merayakan sesuai dengan budaya leluhur yang melekat pada masing-masing negara.

Meskipun dirayakan pada tanggal dan dengan cara yang berbeda-beda, intinya tetap satu: Hari Ayah diperingati untuk memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih maupun kasih sayang kepada sosok ayah yang ada di sekitar kita. Entah sedarah maupun tidak, masih hidup atau pun sudah meninggal, bahkan jika sosok tersebut bukanlah ayah kamu, melainkan kakak, saudara, teman, guru, atau siapapun itu, jika mereka terasa seperti sosok ayah bagi kamu, jangan lupa untuk mengucapkan “Selamat Hari Ayah” kepada mereka, ya!

Selamat Hari Ayah Nasional, ayah-ayah hebat di seluruh Indonesia!

Referensi:

The Editors of Encyclopaedia Britannica. ‘Father’s Day’, Britannica, [Daring]. Tautan: (Diakses: 9 November 2022)

‘Father’s Day’, Wikipedia, [Daring]. Tautan: (Diakses: 9 November 2022)

Ramadhani, Y. ‘Sejarah Hari Ayah Nasional yang Diperingati Setiap 12 November’, Tirto, [Daring]. Tautan: (Diakses: 9 November 2022)